Kamis, 03 Maret 2016

Kapan Saat Yang Tepat Menggunakan Compressor VCA, Opto, Vari-Mu, FET



1. VCA singkatan dari " Voltage Controlled Amplifier " dan perilaku kompresi didasarkan pada PEAK, dengan fast attack dan release. Keluarga kompresor ini cenderung bereaksi hampir terlalu cepat karena mereka sangat sensitif terhadap mikro - dinamika dan transien.

Kapan waktu yang tepat menggunakan Compressor VCA? Kita menggunakannya ketika kita memiliki transien yang beberapa urutan besarnya keluar dari jangkauan dinamika di mana mereka seharusnya.  Misalnya, rekaman yang sangat perkusif akan mendapatkan keuntungan yang besar jika menggunakan  VCA, karena VCA akan mengendalikan peak dengan hasil secara efisien dan transparan.

Kapan saat tidak harus menggunakan VCA? Kita tidak harus menggunakan VCA ketika kita mencoba untuk mengatur volume rata-rata lagu. Hal ini tidak berpengaruh pada macro-dynamic apapun. Ini baik untuk perubahan drastis seketika dan peak. Hasil yang didapat  tidak bisa menjadi smooth seperti saat menggunakan jenis Vari-Mu atau OPTO. 

Keuntungan menggunakan VCA adalah kita bisa mempertahankan transien dengan hasil transparansi. Hal ini dapat memberikan hasil lebih punch dan agresif.

Kekurangan menggunakan VCA adalah sound akan terdengar "thin/tipis". Dan agak sulit untuk mendapatkan hasil yang warm dan dengan VCA. Selain itu juga sulit untuk mendapatkan hasil yang smooth. Untuk melakukannya, diperlukan time release yang lama, tetapi dengan melakukan itu akan terasa seperti speaker tertutup dengan lembar kain atau kertas.
 
Hasil dari tipe VCA cenderung transparan sehingga sangat versatile, bisa multifungsi. Bisa buat vocal, piano, snare, gitar, etc. Namun pada aplikasinya, desain VCA ini banyak dipakai di masterbuss untuk glueing. Contoh plugin yang paling terkenal adalah SSL masterbuss G compressor, API 2500, dan Cytomic the glue. Untuk contoh hardware ada SSL, Neve and API mix bus compressors, Focusrite RED, DBX 160, Alan Smart C1.


2. Opto menggunakan fotosel sebagai detektor dan bola lampu untuk menentukan pengurangan gain. Sebagai sinyal melewati bola lampu, itu akan membuat bola lampu menyala lebih atau kurang tergantung pada intensitas sinyal. Karena intensitas cahaya adalah fungsi dari suhu filamen, intensitas cahaya akan bervariasi sebagai smoother dari sinyal. Dengan kata lain, jika detektor dalam desain VCA melihat sinyal yang tepat, yang OPTO akan melihat rata-rata dari waktu ke waktu. Ini membuat kompresi OPTO kurang sensitif terhadap transien, peak dan lonjakan tiba-tiba. Untuk alasan ini, banyak rasio tinggi dapat digunakan.
Efek OPTO berdasarkan kompresor "RMS". Sebagai lawan kompresor peak. Detektor akan menghitung "rata-rata" (atau daerah di bawah kurva) selama waktu tertentu dan akan mendasarkan pada hasil itu.

Ketika menggunakan Opto, kompresor akan melakukan pekerjaan yang baik untuk menjaga macro-dynamics. Pada dasarnya, ini dapat bahkan keluar dari tingkat rata-rata lagu. Sebagai contoh, jika sebuah lagu sangat tenang di awal tapi cukup keras pada akhirnya, VCA akan melakukan apa-apa selama bagian pertama dan kemudian menghancurkan segalanya selama bagian paling keras, di mana OPTO akan bekerja sedikit sepanjang waktu dan bahkan ditingkat over pada lagu tanpa terlihat. Hal ini juga dapat digunakan ketika Anda ingin membuat sedikit tight saat mixing tanpa merusak transien.

Kapan saat tidak harus menggunakan OPTO? Bila kita memiliki peak dan lonjakan tiba-tiba, kompresi dengan jenis OPTO tidak mampu mengatasi masalah ini.

Keuntungan menggunakan Opto adalah hasil sangat transparan. Dapat membuat hasil mixing menjadi lebih "Tight". Tidak flat dan cenderung lebih dinamik. Hasil dari tipe Opto kompresinya cenderung smooth, vintage, creamy. biasanya dipake buat snare, vocal. Bisa juga dipakai di masterbuss untuk kesan vintage.

Kekurangan Opto: Pumping adalah benar-benar masalah besar range  low end, jadi pastikan kita memiliki High pass filter di Sidechain ketika kita menggunakannya saat mixing.

Contoh kompresor dengan jenis Opto adalah: LA-3A, JLM Mac Opto Comp, LA-2A, TubeTech CL1B.


3. FET kompresinya kebalikan dari opto, cenderung tajam dan menghancurkan. Seringnya dipakai untuk mengkompres untuk mendapatkan dinamika yang rata dan In Your Face.

Kapan kita menggunakan FET? Saat kita mengharapkan hasil yang punch dan lebih menggigit. Saat hasil distorsi yang lebih warm, kompresor jenis ini sangat cocok.

Kapan kita tidak menggunakan FET? Jika kita memiliki filter side chain, kompresor ini tidak direkomendasikan untuk digunakan pada proses mixing, kecuali untuk bass atau kick kita ingin hasil punchy.

Keuntungan menggunakan FET: Hasil mix yang punch dan warm serta memiliki depth, kompresor jenis ini dapat bekerja dengan baik.

Kekurangan menggunakan FET: Sebagian besar dari FET tidak memiliki filter Sidechain, sehingga tidak cocok untuk kompresi mix bus.

Contoh kompressor ini FET softube, 1176LN, Waves RVox, dan steven slate dragon.

4. Vari-Mu kompresor (Tube Compressor) menghasilkan kompresi sangat halus. Karakteristik lain dari jenis kompresi adalah konstanta waktu. Ini hanya tidak merespon secepat dan impulsif sebagai VCA atau FET. Tube kompresor membutuhkan waktu dan tidak pernah bereaksi berlebihan. Ia memiliki kemampuan untuk "nge-Glue" hasil mixing.

Kapan kita menggunakan Vari-Mu? ketika hasil mix memiliki dinamik yang baik yang lolos melalui kompresor Tube. Ini akan membuat semakin tight dan smooth. Hal ini dapat digunakan untuk membuat hal-hal yang lebih lembut dan halus. Sebagai contoh, sebuah gitar yang memiliki suara tipis dan agresif dapat merapikan dan membuat menjadi warm dengan Vari-Mu.

Kapan kita tidak menggunakan Vari-Mu? Untuk mengatasi masalah dinamik atau untuk mendapatkan hasil yang punch. Kompresor jenis ini tidak disarankan. Jenis kompresor ini tidak memiliki agresivitas apapun dalam perilaku kompresi.

Keuntungan menggunakan Vari-mu adalah kompresor ini memiliki, suara yang kaya dan sangat warm. Ia memiliki suara yang tidak bisa dicapai dengan menggunakan plugin.

Kekurangan  menggunakan Vari-mu adalah mengkompres tanpa filter Sidechain dapat mengganggu karena akan "kill the bass". Kompresor ini tidak bisa melakukan punchy.

Contoh kompresor menggunakan desain ini: Fairchild 670, Altec 436C, Manley Variabel Mu
»»  Baca Selengkapnya...

Kamis, 25 Februari 2016

Kembalinya Dha2nk4all.blogspot.co.id (membuka blog yang di blokir oleh Blogger)

Huh....... Akhirnya setelah beberapa tahun off sekarang blog ini sudah bisa di akses kembali. Sedikit bernostalgia menikmati blog saya yang baru saja di setujui oleh Blogger untuk kembali bisa diakses. Sekaligus saya akan berbagi pengalaman saya kenapa sampai blog saya ini di blokir oleh pihak Blogger.

Awal nya saya mengira karena sudah lama sekali saya tidak online untuk mengurus blog ini sehingga saya terblokir. Saat saya lihat ini awal nya saya semper kaget, karena memang sudah lama sekali blog ini saya buat. Akhirnya saya mencari kenapa blog ini sampai terblokir dan akhirnya saya menemukan jawabannya. Pihak blogger mengatakan bahwa blog saya berisikan script yang bisa saja membahayakan pengguna atau siapa saja yang mengakses blog saya bisa terserang malware atau trojan dan sejenis nya.

Pihak blogger menganjurkan saya untuk menghapus script yang dianggap berbahaya itu. Script yang dimaksud di sini adalah biasanya kita mencantumkan embed dari pihak ketiga untuk dipasang di blog. Nah kebetulan memang banyak embed yang saya cantumkan di blog. mulai dari penghitung pengunjung sampai script chatting pun ada. Akhirnya saya menuruti untuk menghapusnya, tapi saya tidak tahu script mana yang bermasalah. Akhirnya saya memutuskan untuk menghapus semua script yang ada di blog ini.

Setelah menghapus semua script yang ada pihak blogger menanyakan kembali kepada saya untuk memastikan sudah menghapus script yang dianggap berbahaya tersebut. Dan jika saya sudah merasa tidak melanggar aturan dan ingin blog ini kembali saya diarahkan untuk banding, agar blog ini bisa terakses kembali. Dan taraaaaaaaaaaaaaaa...... setelah beberapa hari menunggu akhirnya blog ini bisa diakses kembali.

Tapi mohon maaf buat yang sering mengunjungi blog ini. Mulai saat ini saya akan pelan2 menghapus semua postingan yang berbau bajakan ya..... Hehehehe..... biar lebih enak aja dipandang blog nya.....

Dan juga maaf tidak bisa menampilkan screenshot proses pengembalian blog saya yang terblokir. Karena saking paniknya pada waktu itu. Jadi tidak sempat kepikiran buat screenshot. Tapi buat temen2 yang mau tanya2 boleh corat-coret di kolom komentar. Terimakasih......
»»  Baca Selengkapnya...

Senin, 26 Desember 2011

Mengurangi Latency Dengan Asio4all

12 June 2010: Version 2.10 released!
384.4 Kb

Mungkin beberapa temen2 kesulitan pada saat record audio yg memakai kompi tanpa soundcard PCI ato external. Masalah yang selalu muncul adalah suara yang direcord selalu telat ato yang biasa disebut Latency. Nah dengan program kecil ini masalah temen2 bakalan dapat diatasi dan bisa menekan biaya rekaman tanpa harus membeli souncard tambahan. Seperti judulnya di atas program ini disebut Asio4all. program ini bersifat Freeware jadi bisa didownload secara gratis di webnya langsung. Bagi temen2 yang sudah mampir ke sini bisa langsung download. OK deh silahkan mendownload Asio4allnya.....



»»  Baca Selengkapnya...

Minggu, 31 Juli 2011

Menjadikan Audio WAVE atau MP3 Menjadi Midi (2)


Nah Kali ini merupakan postingan lanjutan dari sebelumnya soal converter Wave to midi atau Mp3 to midi. K-lo sebelumnya saya menyarankan menggunakan Software Melodyne (walaupun hasilnya akan jadi amburadul) namun sekarang saya coba untuk menyarankan 2 software yang mungkin bisa temen2 coba software yang saya sarankan ini.....

Oke deh langsung ajah ke Software yang saya maksud.
1. IntelliScore Polyphonic WAV to MIDI
Kurang lebih Screenshot dari softwarenya seperti di bawah ini:
Temen2 bisa cek langsung kelebihan ni Software di Web site Resminya di http://www.intelliscore.net/download.html

2. WIDI Recognition System Professional 4.03
Kurang lebih Screenshot dari softwarenya seperti di bawah ini:
Temen2 bisa cek langsung kelebihan ni Software di Web site Resminya di http://www.widisoft.com/english/download.html

Semoga Bermanfaat.........
»»  Baca Selengkapnya...

Senin, 24 Januari 2011

Menjadikan Audio WAVE atau MP3 Menjadi Midi (1)


Wow kali nih baru dijamin sip dah. Ni lanjutan dari postingan Bisakah-Mp3-Wave-Dijadikan-Midi Nah untuk kali ini ane mencoba nepatin janji, karena kemaren ane nemu cara bagaimana caranya merubah audio (Wave ato Mp3) ke bentuk midi.

Seperti dugaan ane. Kali ini ane pake software Melodyne. Seperti yang ane duga di postingan sebelumnya Melodyne mampu merubah format audio menjadi MIDI walaupun hasilnya gk mutlak bisa dipake langsung, karena harus di edit dulu midi hasil convert dari Melodyne. Tapi yah lumayan lah paling gk pertanyaan ane  selama ini dan mungkin banyak teman2 juga bertanya-tanya mengenai Bisakah Audio di convert ke MIDI akhirnya terjawab sudah.

Bersambung.......
»»  Baca Selengkapnya...

Kamis, 06 Januari 2011

Bisakah MP3 / WAVE Dijadikan MIDI?


Pertanyaan di atas sering ditanyakan temen2 yang bergelut dibidang sequencer maupun yang suka otak-atik midi bahkan sampai Audio. Termasuk saya dulu pernah menanyakan hal yang serupa mdi atas. Nah di sini saya sedikit berbagi cerita mengenai hubungan midi dan audio Wave maupun MP3.

1. Midi (Musical Instrument Digital Interface) merupakan data sequncer yang dibuat dari perangkat software ataupun hardware (keyboard) yang dapat di olah dan dimainkan pada media komputer bahkan keyboard dari segala merk. Secara format jika dibuka midi berisikan susunan Notasi. Dengan kata lain dapat di edit seperti halnya tulisan yang ada di Microsoft word. Di bawah ini pembuatan sampling midi dari berbagai software:






2. WAVE (Waveform Audio Format) merupakan susunan stadart audio. Format audio ini merupakan format audio yang paling baik, karena format ini tidak mengalami pengkompresan, bisa dikatakan format asli dari sebuah audio.
3. MP3 (MPEG-1 Audio Layer 3) merupakan format audio olahan dari file audio sebelumnya. Biasanya file MP3 terbentuk dari file Wave. Dan ciri khas file ini adalah filenya yang terkompresi sehingga ukuran filenya lebih kecil 8 sampai 10 kali lipat dari file wave.

Nah dari penjelasan di atas kita bisa simpulkan bahwa file midi merupakan file audio yang dapat diibaratkan berupa tulisan atau kumpulan tulisan notasi. Sedangkan Wave dan MP3 merupakan file audio yang berupa gelombang. Dengan kata lain file Midi dapat diubah formatnya menjadi file WAVE maupun MP3, namun sebaliknya file WAVE dan MP3 tidak bisa diubah menjadi file midi, karena formatnya bukan tulisan namun formatnya adalah gelombang.

Namun saya pernah melihat sebuah software bernama Melodyne yang dapat merubah tune dari vocal manusia yang fals menjadi tune atau tidak fals. Dan anehnya di software ini saat melakukan pengeditan audio dapat memunculkan notasi balok dari audio yang kita edit. Secara logika jika dilihat dari hasilnya mestinya notasi hasil editan Melodyne dapat di ubah ke format midi karena susunan midi pada dasarnya tersusun atas kumpulan notasi. Namun secara pasti saya tidak pernah mencoba mengenai hal ini. Sejauh ini saya belum pernah dan belum pernah menemui software khusus yang dapat mengubah file WAVE maupun MP3 menjadi audio.

Semoga Bermanfaat.....
»»  Baca Selengkapnya...

Kamis, 09 Desember 2010

DOWNLOAD Windows 7 iso Full (Gratis)


Nah k-lo beberapa waktu yang lalu Q posting mengenai Menjadikan-Windows-7-Bajakan-Jadi-Asli maka sekarang Q akan posting soal OS Windows 7. Nah buat temen2 yang lagi nyari master Windows 7 mending cepetan download link-link yang saya posting di bawah ini. Coz masalahnya link yang mau Q cantumkan di bawah ini bukan dari Account Q. jadi mending cepetan keburu dihapus ma Uploadernya. Q mau posting link windows 7 ini coz link ini cukup langka, coz dia gk berupa prat1,part2 dsb. namun linknya cuma 1 aja, tapi ukuran setiap linknya sekitar 2 Gb lah. Tapi k-lo sukses download yah lumayan kan. Q sudah buktikan dan Sukses berat. OK deh gk usah banyak Basa-basi lagi silahkan download Windows 7 di bawah ini sesuai versi nya:






Semoga Bermanfaat....... 
»»  Baca Selengkapnya...

Senin, 06 Desember 2010

Kuliah Musik Digital v.2


Setelah beberapa bulan mencari referensi dan menyelesaikan proses pengeditan, akhirnya sekarang program Kuliah Musik Digital v.2 selesai juga. Program Kuliah Musik Digital ini merupakan kelanjutan dari project  Kuliah-Musik-Digital-v1.0 yang lalu. Kuliah Musik Digital v.2 pada dasarnya memiliki fungsi dan fitur yag sama dengan versi sebelumnya, hanya saja cuma beda tampilan. K-lo yang lalu program interface-nya menggunakan banyak tombol namun kali ini Q tertarik untuk membuatnya dalam Visual Buku Digital.

Program ini bersifat portable jadi sangat mudah dalam penggunaannya, dan bisa dibawa kemana-mana di  dalam flashdisk,dan yang paling penting ASLI buatan anak Indonesia lho.... plus pastinya GRATIS........ mudah2an setelah ini makin banyak orang yang mau membuat buku digital semacam ini untuk Indonesia-Q. demi pendidikan. Amien......

Untuk reviewnya temen2 bisa lihat videonya di bawah ini ato klik link youtubenya....

Nah buat temen2 yang tertarik dengan program ini bisa langsung download di:

Update link download Kuliah Musik Digital v.2 terbaru juni 2013:
DOWNLOAD Kuliah Musik Digital v.2

Semoga Bisa Bermanfaat......

SANGAT DIPERBOLEHKAN DIBAJAK ato DISEBAR LUASKAN

»»  Baca Selengkapnya...

Sabtu, 20 November 2010

[Cara] take drum di Nuendo 3


Postingan ni juga lanjutan dari postingan sebelumnya soal cara-take-drum-di-fruity-loop-7 namun kali ini take drumnya langsung dibuat di Nuendo3. Ok langsung menuju TKP dan simak tutornya di bawah ini:



Menerima kritik dan cacian dari temen2 smua....
Semoga Bermanfaat.......

»»  Baca Selengkapnya...

[Cara] Take Drum di Fruity Loop 7


Postingan kali ini merupakan lanjutan dari cara-recording-dengan-cool-edit-pro-21. Postingan ini juga pesenan dari kang Salit, semoga bisa membantu dan sukses selalu bro.... Selain itu mudah2an bisa membantu temen2 lainnya juga yang baru belajar mengenai Home Recording. Ok lah kita simak saja langsung tutornya di bawah ini.....



Menerima kritik dan cacian dari temen2 smua....
Semoga Bermanfaat........


»»  Baca Selengkapnya...